MEMOMEMORIA: Diving into so(M)eone’s Mind

 

3 hari kemarin menjadi perayaan hari M (nama pemeran utama). Bukan hanya hari bahagia, tetapi juga hari pilunya. Sebuah memori bak dunia mimpi yang ditampilkan di tempat pembuka bernama Sarmal. Penonton disuguhi oleh pria Sirkus bersuara lantang meneriakkan apapun yang menjadi unek-unek hatinya. Tentang tempat bernama Memomemoria yang ia hindari dan ia larang siapapun untuk masuk ke dalamnya. 


Memomemoria. Sebuah pertunjukkan dari memori seorang M. Sesuai namanya, pergelaran ini dibuat Magis dan Manis. Dua konsep yang dibawa seorang Sal Priadi yang menjadi Tuan Rumah selama tiga hari itu. Kata orang, inilah festival “paling sibuk” karena dari ujung timur ke barat tidak pernah sepi dikunjungi. Ada gelaran teater, bilik monster rambut, komidi putar, hingga beberapa orang beratribut sirkus yang lalu-lalang membawa dunia mereka dan berkeliling arena. Sebuah plataran bertuliskan Meja 44 menampilkan panggung partisipatif terbuka untuk umum. Tiap hadirin bisa singgah dan  menyimak kisah-kisah yang dibagikan oleh mereka yang terpilih. Belum lagi dengan adanya musisi yang meramaikan Sarmal seperti Nadin Amizah, Atlesta, dan Matter Halo di masing-masing harinya. 

3 hari itu, memori dan kenangan M tidak hanya disimpan, tapi juga dirayakan. Ketika ruangan pertunjukan Berhati dimulai, disitulah semua orang bisa merasakan bagaimana perasaan M dengan iringan album Berhati. Dalam pertunjukkan ini, M ditemani oleh Boo, sosok yang merepresentasikan perasaan M. Boo bisa merasakan setiap perasaan M, sedih senang bahkan hancurnya. M yang jatuh cinta dengan Pria itu, M yang patah hati, sampai M juga yang tetap memilih untuk memaafkan. 

Aku ingin jadi jantungmu

Dan berhenti semauku

Agar kau tahu

Rasanya hampir mati ditikam

Patah hati

Aku ingin jadi jantungmu

Dan berhenti semauku

Pertunjukkan selama kurang lebih satu setengah jam tersebut akhirnya selesai. Namun belum berhenti sampai disitu, seluruh pengunjung diarahkan untuk kembali ke Sarmal. Sampai akhirnya di akhir sesi, seluruh pemeran pertunjukan (dan tentunya Sal) datang ke tengah-tengah pengunjung untuk melantunkan rasa terima kasihnya. Semburan kertas dari confetti mulai berterbangan diiringi dengan irama perayaan penutup acara. 

Gelaran Sarmal dan pertunjukan berhati 2025 telah resmi usai. Terima kasih semua yang sudah berperan dalam cerita yang hangat dan penuh warna ini. Semoga bisa membawa pulang memori-memori ria di kesempatan lainnya.

0 komentar